INIPOHUWATO.ID – Kelangkaan Gas LPG kembali menjadi keluhan dari masyarakat Kabupaten Pohuwato menjelang Bulan Ramadhan. Hal Itu sebagaimana disampaikan warga saat manyampaikan aspirasi di Reses Ketua Komisi II DPRD Pohuwato, Nirwan Due, Senin, (6/2/2026).
Menurut laporan Warga yang mewakili suara hati kaum emak-emak dari Dapil Duhiadaa-Patilanggio itu, Gas LPG kini mulai langka bahkan ada di beberapa Pangkalan yang dijual mulai dari kisaran harga 40 Ribu hingga 50 Ribu. Sementara kebutuhan Gas LPG meningkat jelang Bulan Ramadan.
“Banyak keluhan Ibu-ibu setiap kalau kita beli Gas di Pangkalan mereka bilang tidak ada, serta di Warung banyak. Depe harga lagi so 40 ribu, ada yang so 50 ribu. Jangan sampai ada permainan di Pangkalan. Kasihan Ibu-ibu, apalagi Bulan Puasa semakin dekat,” ungkap Ibu tersebut dihadapan Nirwan Due dan Kadis Perindagkop yang hadir dalam Reses tersebut.
Merespon keluhan warga tersebut, Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Pohuwato, Ibrahim Kiraman, bakal bertindak tegas. Dirinya tak segan-segan bakal menutup Pangkalan Gas LPG jika terjadi permainan.
“Kalau ada Pangkalan yang masih bermasalah saya tutup besok. Jatahnya akan saya alihkan ke pangkalan lain. Sudah ada beberapa pangkalan yang pernah saya tutup. Jadi saya tidak main-main, karena saya tidak ada beban,” tegas Ibrahim Kiraman di hadapan masyarakat Reses.
Sebagai tindak lanjut kata Ibrahim Kiraman, pihaknya bakal melakukan sidak di Pangkalan Gas, guna memastikan kebutuhan Gas bagi masyarakat terpenuhi menjelang Bulan Ramadhan.
“Ini akan kami koordinasikan. Yang jelas dalam waktu dekat kita akan menggelar sidak ke Pangkalan Gas. Apalagi sudah menjelang Bulan Ramadhan,” ujarnya.
Lebih Lanjut kata Ibrahim Kiraman, memang tidak bisa dipungkiri permintaan LPG meningkat pada bulan Safar hingga Ramadan. Pihaknya telah mengirimkan surat permohonan penambahan kuota kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo dan Pertamina guna mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat.
“Kami sudah mengirim surat penambahan kuota ke gubernur dan Pertamina. Insya Allah saat puasa nanti stok pangkalan gas aman,” kata Ibrahim.
Ia juga mengajak masyarakat untuk turut mengawasi distribusi gas LPG di lapangan serta melaporkan jika ditemukan pelanggaran. Menurutnya, saat ini penambahan kuota pangkalan umum sudah tidak tersedia, namun masih terbuka melalui koperasi Merah Putih, sehingga desa diharapkan memiliki koperasi tersebut.
“Dan Pemerintah terus memastikan ketersediaan Gas LPG aman selama Ramadan,” tandasnya.



























