INIPOHUWATO.ID – Pada momentum Hari Ulang Tahun ke-23 Kabupaten Pohuwato yang dirangkaikan dengan Rapat Paripurna ke-30 DPRD, hashtag “Pohuwato Gelap” kembali mencuat. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota DPD RI, Syarif Mbuinga, yang juga merupakan mantan Bupati Pohuwato dua periode, dalam rapat yang digelar Rabu (25/02/2026).
Sebelumnya, hashtag “Pohuwato Gelap” sempat menjadi perhatian publik saat disampaikan oleh Ketua DPRD Pohuwato pada pergantian tahun 2026. Pernyataan itu muncul usai Rapat Paripurna ke-28 DPRD Pohuwato dengan agenda Pembicaraan Tingkat II dan penandatanganan persetujuan bersama Raperda APBD 2026.
Dalam sambutannya, Syarif Mbuinga mengaku sempat mendengar penggunaan hashtag tersebut di tengah masyarakat. Ia pun mengajak semua pihak untuk tidak larut dalam pesimisme.
“Saya sempat mendengar ada hashtag ‘Pohuwato Gelap’. Saya ingin menyampaikan, jangan kita mengutuk gelapnya malam, tetapi mari kita nyalakan walau satu lilin untuk menyinari,” ujar Syarif.
Melalui pernyataan tersebut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap optimistis serta bersama-sama mencari solusi atas berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Pada kesempatan yang sama, Syarif juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Pohuwato. Ia mengakui, sebagai anggota DPD RI yang diamanahkan oleh mayoritas masyarakat Pohuwato, dirinya belum dapat berkontribusi secara maksimal.
“Saya memohon maaf bahwa selaku anggota DPD RI belum bisa berkontribusi kuat, sebab kelembagaan DPD RI hanya menjadi kanal penghubung antara kepentingan pusat ke daerah dan kepentingan daerah ke pusat. Kalau bicara tentang aspirasi dan berbagai keinginan rakyat yang kasat mata, tentu itu menjadi perhatian kita bersama,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, secara kelembagaan, DPD RI memiliki fungsi pengawasan dan penghubung, sehingga perannya lebih pada menjembatani aspirasi daerah kepada pemerintah pusat.
Momentum HUT ke-23 Kabupaten Pohuwato ini diharapkan menjadi refleksi bersama bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah, sekaligus menjawab berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.(Redaksi)


























