INIPOHUWATO.ID – RSUD Bumi Panua (RSBP) Kabupaten Pohuwato meluncurkan standardisasi baru dalam layanan kesehatan industri. Dipimpin langsung Direktur, dr. Dian Ikagustina Tambunan, Sp.A, manajemen rumah sakit resmi mengintegrasikan program Medical Check-Up (MCU) terpadu yang dirancang khusus untuk jajaran manajemen dan seluruh karyawan PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS).
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata sinergi kuat antara fasilitas kesehatan publik dengan raksasa industri pertambangan di Pohuwato. Fokus utamanya jelas, memastikan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) berada pada level tertinggi.
Transformasi Layanan Medis Berbasis Sektoral
Direktur RSUD Bumi Panua, dr. Dian Tambunan, Sp.A, menegaskan bahwa pengembangan fasilitas dan paket MCU ini tidak dibuat secara umum, melainkan dikustomisasi penuh demi memetakan risiko kerja spesifik di sektor pertambangan.
Tiga pilar keunggulan dalam program ini meliputi:
• Diagnostik Komprehensif: Paket MCU mencakup pemeriksaan laboratorium, rontgen dada, rekam jantung (EKG), uji fungsi paru (spirometri), hingga audiometri untuk mendeteksi dampak kebisingan secara dini.
• Sistem Fast-Track
RSUD membangun alur khusus bagi karyawan PT PETS untuk memangkas waktu tunggu, memastikan pemeriksaan berkala berjalan efisien tanpa mengorbankan produktivitas operasional harian perusahaan.
• Aksi Preventif Berbasis Data
Melalui rekam medis yang akurat, tim medis RSUD mampu memberikan intervensi dini guna mencegah munculnya Penyakit Akibat Kerja (PAK) di area tambang.
Jamin Iklim Investasi Berkelanjutan
Kolaborasi ini membuktikan bahwa RSUD Bumi Panua memiliki kapabilitas tinggi dalam mengakomodasi kebutuhan medis korporasi skala besar di wilayah Gorontalo. Disisi lain, kemitraan ini mempermudah PT PETS dalam memenuhi regulasi keselamatan kerja secara presisi melalui fasilitas kesehatan resmi milik pemerintah daerah.
“Kami terus memacu kapasitas diagnostik dan mutu pelayanan di RSUD Bumi Panua. Sinergi berkala bersama PT PETS ini adalah komitmen kami untuk melindungi hak kesehatan pekerja lokal sekaligus menjaga iklim investasi di Pohuwato agar tetap sehat, aman, dan berkelanjutan,” ujar dr. Dian Tambunan.
Kemitraan taktis ini diproyeksikan akan menjadi role model nasional bagi pengelolaan kesehatan industri terpadu antara badan usaha dan pusat kesehatan publik daerah.
























